Skip to main content

Kunci Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 6 Halaman 7, 8, sampai 19

Kunci Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 6 Halaman 7, 8, sampai 19 – Buku siswa kelas 6 tema 6 edisi revisi 2018 diterbitkan dengan judul Menuju Masyarakat Sejahtera dengan subtema 1 berjudul Masyarakat Peduli Lingkungan, yang bagus untuk kalian yang berlatih belajar di rumah, berikut simak dan cermati :
gambar hd tematik kelas 6

Di subtema 1 pembelajaran 3 terdiri dari 8 halaman yaitu halaman 13-20. Dalam pembelajaran 3 ini terdapat beberapa subjudul yaitu :

Ayo Membaca halaman 13 dan 17
Ayo Mengamati halaman 14
Ayo Berdiskusi halaman 15
Ayo Berlatih halaman 16 dan 19
Ayo Renungkan halaman 20

Pada subjudul-subjudul tersebut, teman-teman akan menemukan soal-soal yang harus dikerjakan. di postingan ini saya mencoba membantu teman-teman untuk mengerjakan soal-soal yang disajikan di halaman 14, 15, 16, 17, 19. Berikut ini kunci jawaban buku siswa kelas 6 tema 6 subtema 1 pembelajaran 3 halaman 14-19 :
Cermati :
Gambar HD Tematik Kelas 6 Tema 6

Di halaman 14, teman-teman diminta mengamati sebuah gambar yang disajikan. Kemudian teman-teman diminta menuliskan hasil pengamatan.

Ini Jawaban (Halaman 14)
Amatilah gambar di atas. Kemudian, tuliskan hasil pengamatanmu mengenai gambar pada kolom berikut!
Warga di lingkungan tersebut memberlakukan aturan khusus yaitu menetapkan pukul 18.30-21.00 sebagai waktu belajar. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memahami betul tentang hak pendidikan bagi seluruh warganya terutama bagi pelajar.

Mari Berdiskusi
Pada halaman 15, disajikan beberapa soal yang harus teman-teman selesaikan.

Ini Jawaban (Halaman 15)
Bersama seorang temanmu, diskusikan tentang hal berikut!
1. Apakah yang dimaksud dengan kewajiban?
Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

2. Apa kewajibanmu sebagai seorang siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumahmu?

Texs : Belajar, menghormati orang tua dan guru, mengerjakan tugas sekolah, menjaga kebersihan, membantu orang tua, dan menaati peraturan sekolah.

3. Bagaimanakah sikapmu terhadap kewajiban yang kamu miliki?
Menerimanya dengan rasa tanggung jawab.

4. Mengapa kamu harus bersikap seperti jawabanmu pada soal nomor 3?
Karena dibalik kewajiban yang saya lakukan, saya juga mendapatkan hak baik di rumah dan di sekolah. Sehingga dengan melaksanakan kewajiban, hak dan kewajiban menjadi seimbang.

Mari Berlatih
Pada halaman 16 sampai terdapat sebuah tabel yang harus diisi. Teman-teman diminta menuliskan upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan.

Ini Jawaban (Halaman 16-17)
Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan? Tuliskan dalam tabel berikut! 
Ayo Membaca
Pada halaman 17 hingga 19, disajikan sebuah teks yang harus teman-teman baca.

Texs : Kerukunan di Kampung Wonorejo, Papua
Kampung Wonorejo, Arso Timur, Papua adalah salah satu kampung transmigran. Warganya berasal dari berbagai daerah padat penduduk di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat warga di kampung Wonorejo memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya.

Dis suatu Kampung Wonorejo, posisi rumah warga bersebelahan. Semua warga akrab tak terkecuali anak-anak. Setiap hari anak-anak di Kampung Wonorejo pergi ke sekolah bersama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu sama lain.

Walaupun berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam keseharian mereka. Setiap akhir minggu anak-anak Kampung Wonorejo berkumpul di balai utama kampung. Biasanya, mereka olahraga bersama atau sekadar bermain-main. Bagi anak-anak yang menginjak usia remaja akan mendapat penyuluhan tentang menjaga kebersihan diri saat pubertas dari tenaga kesehatan. Kadang-kadang mereka juga membantu orang tua yang sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan.

Dan semua warga di Kampung Wonorejo hidup rukun. Mereka menyadari bahwa para pahlawan telah meraih kemerdekaan dengan semangat perjuangan tinggi. Dalam meraih kemerdekaan, para pejuang tidak memandang per-bedaan daerah, agama, dan suku bangsa. Mereka bersatu padu untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Oleh sebab itu, semua warga Kampung Wonorejo ingin menjaga persatuan di daerah mereka sebagai wujud menjaga kesatuan NKRI. Mereka hidup rukun dalam perbedaan.

Foto Kampung Wonorejo, Arso Timur, menunjukkan kepada kita tentang kerukunan dalam keragaman. Semua warga kampung hidup rukun walaupun berbeda asal usul suku bangsa, agama, dan budaya. Keragaman suku bangsa menjadi modal sosial dalam pembangunan.

Keadaan berbagai suku bangsa yang ada di Kampung Wonorejo ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah tentang transmigrasi. Program transmigrasi di mulai sejak pemerintahan Orde Baru pada tahun 1961. Pemerintah Orde Baru menggalakkan program transmigrasi sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Melalui program ini membuktikan bahwa setelah mengikuti transmigrasi, masyarakat memiliki rumah, lahan pertanian, dan keterampilan sebagai bekal hidup di lokasi transmigrasi. Program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berlandaskan pada hak setiap warga negara untuk mendapat penghidupan dan pendidikan yang layak dari negara.
Saat ini latar belakang kehidupan warga di Kampung Wonorejo sudah mengalami percampuran budaya dan agama. Sebagian warga Kampung Wonorejo sudah melakukan pernikahan antarsuku. Bagi warga Kampung Wonorejo, keragaman adalah kekayaan mereka.

Di dalam perkembangannya, ada beberapa yang harus diperhatikan antara Kampung Wonorejo dan kampung-kampung sekitarnya, misalnya Kampung Kibay. Penduduk asli Kibay terdiri atas 121 kepala keluarga. Sebagian dari mereka tersebar di Distrik Arso. Wilayah Kibay memiliki potensi sumber daya alam seperti hutan dan hasil pertanian. Warga di Kampung Kibay menanam sayur dan umbi-umbian untuk dikonsumsi sebagai makanan pengganti beras. Para wanita di kampung ini juga terampil menganyam noken dari kulit pohon. Sebagian warga bekerja serabutan penebang kayu, tukang bangunan, dan buruh harian di perkebunan sawit.

Foto Kampung Kibay memberi gambaran kepada kita tentang mata pencaharian sebagian besar penduduk asli Papua dan para transmigran, seperti di Kampung Wonorejo. Di Kampung Wonorejo, kehidupan masyarakat cukup harmonis. Mereka hidup berdampingan dengan penduduk asli Papua. Apabila terjadi peristiwa yang menyangkut hukum, seperti pencurian atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akan diproses secara hukum. Akan tetapi, sebelumnya mereka harus menyelesaikan masalah tersebut melalui paguyuban adat. Jika ada kerusuhan di Kampung, paguyuban selalu berperan penting dalam proses penyelesaian masalah.

Kaum perempuan di Kampung Wonorejo dan Kampung Kibay juga saling bertukar pengetahuan antara perempuan Papua dan perempuan transmigrasi yang berasal dari Jawa. Para perempuan Jawa mengajarkan perempuan Papua cara membuat kue dari bahan tepung singkong dan cara membuat sayur dari batang pohon pisang. Sebelumnya orang Papua, selalu membuang batang pohon pisang yang sudah ditebang. Berkat pengetahuan dari perempuan Jawa, kini mereka memanfaatkan batang pisang menjadi sayur yang lezat.

Warga penduduk asli Papua dan warga transmigran saling bertoleransi. Mereka saling menghormati perbedaan agama maupun budaya. Mereka menganggap bahwa perbedaan budaya dan agama merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga. Para penduduk bisa hidup rukun berdampingan sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Para warga Kampung Kibay dan Kampung Wonorejo tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga menjaga persatuan dan kesatuan serta selalu menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam segala perbedaan yang ada. Mereka memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia yang beretika dan santun, serta mempunyai jiwa gotong royong, dan toleransi tinggi. Mereka ingin menciptakan kehidupan di bumi Indonesia yang damai, tenteram, hidup rukun berdampingan.

MariBerlatih
Pada halaman 19, teman-teman diminta menjawab pertanyaan yang disajikan.

Ini Jawaban (Halaman 19)
A. Jawablah pertanyaan di bawah ini secara lisan!
1. Apa judul bacaan di atas?
Kerukunan di Kampung Wonorejo, Papua

2. Apa kata kunci pada judul bacaan di atas?
Kampung rukun.

3. Apakah informasi dari bacaan berdasarkan kata kunci pada judul?
Meski warga Kampung Wonorejo memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya, mereka mampu hidup rukun. Selain itu, warga Kampung Wonorejo juga mampu hidup berdampingan dengan warga Kampung Kibay dalam kerukunan, toleransi, gotong royong, dan kedamaian.

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menuliskan pada kolom tersedia!
1. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai warga masyarakat dalam memaknai kemerdekaan?
Lebih semangat dalam belajar, mengikuti lomba yang diadakan di lingkungan tempat tinggal, dan menjaga kerukunan antar sesama.

2. Bagaimana pelaksanaan kewajibanmu sebagai warga masyarakat?
Saya selalu berusaha melaksanakan kewajiban sebagai warga masyarakat seperti menghormati tetangga, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjaga kerukunan dengan tetangga.
Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 6 Halaman 14, 15, 16, 17, 19 – Buku siswa kelas 6 tema 6 edisi revisi 2018 diterbitkan dengan judul Menuju Masyarakat Sejahtera dengan subtema 1 berjudul Masyarakat Peduli Lingkungan.

Di subtema 1 pembelajaran 3 terdiri dari 8 halaman yaitu halaman 13-20. Dalam pembelajaran 3 ini terdapat beberapa subjudul yaitu :

Ayo Membaca halaman 13 dan 17
Ayo Mengamati halaman 14
Ayo Berdiskusi halaman 15
Ayo Berlatih halaman 16 dan 19
Ayo Renungkan halaman 20

Pada subjudul-subjudul tersebut, teman-teman akan menemukan soal-soal yang harus dikerjakan. di postingan ini saya mencoba membantu teman-teman untuk mengerjakan soal-soal yang disajikan di halaman 14, 15, 16, 17, 19. Berikut ini kunci jawaban buku siswa kelas 6 tema 6 subtema 1 pembelajaran 3 halaman 14-19 :

Mari Mengamati
Pada halaman 14, teman-teman diminta mengamati sebuah gambar yang disajikan. Kemudian teman-teman diminta menuliskan hasil pengamatan.

Ini Jawaban (Halaman 14)
Amatilah gambar di atas. Kemudian, tuliskan hasil pengamatanmu mengenai gambar pada kolom berikut!
Warga di lingkungan tersebut memberlakukan aturan khusus yaitu menetapkan pukul 18.30-21.00 sebagai waktu belajar. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memahami betul tentang hak pendidikan bagi seluruh warganya terutama bagi pelajar.

Mari Berdiskusi
Pada halaman 15, disajikan beberapa soal yang harus teman-teman selesaikan.

Ini Jawaban (Halaman 15)
Bersama seorang temanmu, diskusikan tentang hal berikut!
1. Apakah yang dimaksud dengan kewajiban?
Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

2. Apa kewajibanmu sebagai seorang siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumahmu?

Belajar, menghormati orang tua dan guru, mengerjakan tugas sekolah, menjaga kebersihan, membantu orang tua, dan menaati peraturan sekolah.

3. Bagaimanakah sikapmu terhadap kewajiban yang kamu miliki?
Menerimanya dengan rasa tanggung jawab.

4. Mengapa kamu harus bersikap seperti jawabanmu pada soal nomor 3?
Karena dibalik kewajiban yang saya lakukan, saya juga mendapatkan hak baik di rumah dan di sekolah. Sehingga dengan melaksanakan kewajiban, hak dan kewajiban menjadi seimbang.

Mari Berlatih
Pada halaman 16 sampai terdapat sebuah tabel yang harus diisi. Teman-teman diminta menuliskan upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan.

Ini Jawaban (Halaman 16-17)

Jadi apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi kemerdekaan? Tuliskan dalam tabel berikut! 
Mari Membaca :
Pada halaman 17 hingga 19, disajikan sebuah teks yang harus teman-teman baca.

Kerukunan warga di Kampung Wonorejo, Papua
Kampung Wonorejo, Arso Timur, Papua adalah salah satu kampung transmigran. Warganya berasal dari berbagai daerah padat penduduk di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat warga di kampung Wonorejo memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya.

Di Kampung Wonorejo, posisi rumah warga bersebelahan. Semua warga akrab tak terkecuali anak-anak. Setiap hari anak-anak di Kampung Wonorejo pergi ke sekolah bersama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu sama lain.

Walaupun berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam keseharian mereka. Setiap akhir minggu anak-anak Kampung Wonorejo berkumpul di balai utama kampung. Biasanya, mereka olahraga bersama atau sekadar bermain-main. Bagi anak-anak yang menginjak usia remaja akan mendapat penyuluhan tentang menjaga kebersihan diri saat pubertas dari tenaga kesehatan. Kadang-kadang mereka juga membantu orang tua yang sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan.

Di semua warga di Kampung Wonorejo hidup rukun. Mereka menyadari bahwa para pahlawan telah meraih kemerdekaan dengan semangat perjuangan tinggi. Dalam meraih kemerdekaan, para pejuang tidak memandang per-bedaan daerah, agama, dan suku bangsa. Mereka bersatu padu untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Oleh sebab itu, semua warga Kampung Wonorejo ingin menjaga persatuan di daerah mereka sebagai wujud menjaga kesatuan NKRI. Mereka hidup rukun dalam perbedaan.

Foto Kampung Wonorejo, Arso Timur, menunjukkan kepada kita tentang kerukunan dalam keragaman. Semua warga kampung hidup rukun walaupun berbeda asal usul suku bangsa, agama, dan budaya. Keragaman suku bangsa menjadi modal sosial dalam pembangunan.

Keberadaan berbagai suku bangsa yang ada di Kampung Wonorejo ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah tentang transmigrasi. Program transmigrasi di mulai sejak pemerintahan Orde Baru pada tahun 1961. Pemerintah Orde Baru menggalakkan program transmigrasi sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Melalui program ini membuktikan bahwa setelah mengikuti transmigrasi, masyarakat memiliki rumah, lahan pertanian, dan keterampilan sebagai bekal hidup di lokasi transmigrasi. Program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berlandaskan pada hak setiap warga negara untuk mendapat penghidupan dan pendidikan yang layak dari negara.
Saat ini latar belakang kehidupan warga di Kampung Wonorejo sudah mengalami percampuran budaya dan agama. Sebagian warga Kampung Wonorejo sudah melakukan pernikahan antarsuku. Bagi warga Kampung Wonorejo, keragaman adalah kekayaan mereka.

Dalam perkembangannya, ada beberapa yang harus diperhatikan antara Kampung Wonorejo dan kampung-kampung sekitarnya, misalnya Kampung Kibay. Penduduk asli Kibay terdiri atas 121 kepala keluarga. Sebagian dari mereka tersebar di Distrik Arso. Wilayah Kibay memiliki potensi sumber daya alam seperti hutan dan hasil pertanian. Warga di Kampung Kibay menanam sayur dan umbi-umbian untuk dikonsumsi sebagai makanan pengganti beras. Para wanita di kampung ini juga terampil menganyam noken dari kulit pohon. Sebagian warga bekerja serabutan penebang kayu, tukang bangunan, dan buruh harian di perkebunan sawit.

Potret Kampung Kibay memberi gambaran kepada kita tentang mata pencaharian sebagian besar penduduk asli Papua dan para transmigran, seperti di Kampung Wonorejo. Di Kampung Wonorejo, kehidupan masyarakat cukup harmonis. Mereka hidup berdampingan dengan penduduk asli Papua. Apabila terjadi peristiwa yang menyangkut hukum, seperti pencurian atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akan diproses secara hukum. Akan tetapi, sebelumnya mereka harus menyelesaikan masalah tersebut melalui paguyuban adat. Jika ada kerusuhan di Kampung, paguyuban selalu berperan penting dalam proses penyelesaian masalah.

Para perempuan di Kampung Wonorejo dan Kampung Kibay juga saling bertukar pengetahuan antara perempuan Papua dan perempuan transmigrasi yang berasal dari Jawa. Para perempuan Jawa mengajarkan perempuan Papua cara membuat kue dari bahan tepung singkong dan cara membuat sayur dari batang pohon pisang. Sebelumnya orang Papua, selalu membuang batang pohon pisang yang sudah ditebang. Berkat pengetahuan dari perempuan Jawa, kini mereka memanfaatkan batang pisang menjadi sayur yang lezat.

Penduduk asli Papua dan warga transmigran saling bertoleransi. Mereka saling menghormati perbedaan agama maupun budaya. Mereka menganggap bahwa perbedaan budaya dan agama merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga. Para penduduk bisa hidup rukun berdampingan sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Warga Kampung Kibay dan Kampung Wonorejo tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga menjaga persatuan dan kesatuan serta selalu menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam segala perbedaan yang ada. Mereka memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia yang beretika dan santun, serta mempunyai jiwa gotong royong, dan toleransi tinggi. Mereka ingin menciptakan kehidupan di bumi Indonesia yang damai, tenteram, hidup rukun berdampingan.

Ayo Berlatih
Pada halaman 19, teman-teman diminta menjawab pertanyaan yang disajikan.

Ini Jawaban(Halaman 19)
A. Jawablah pertanyaan di bawah ini secara lisan!
1. Apa judul bacaan di atas?
Kerukunan di Kampung Wonorejo, Papua

2. Apa kata kunci pada judul bacaan di atas?
Kampung rukun.

3. Apakah informasi dari bacaan berdasarkan kata kunci pada judul?
Meski warga Kampung Wonorejo memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya, mereka mampu hidup rukun. Selain itu, warga Kampung Wonorejo juga mampu hidup berdampingan dengan warga Kampung Kibay dalam kerukunan, toleransi, gotong royong, dan kedamaian.

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan menuliskan pada kolom tersedia!
1. Apa yang dapat kamu lakukan sebagai warga masyarakat dalam memaknai kemerdekaan?
Lebih semangat dalam belajar, mengikuti lomba yang diadakan di lingkungan tempat tinggal, dan menjaga kerukunan antar sesama.

2. Bagaimana pelaksanaan kewajibanmu sebagai warga masyarakat?
Saya selalu berusaha melaksanakan kewajiban sebagai warga masyarakat seperti menghormati tetangga, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjaga kerukunan dengan tetangga.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar