Syair Puisi Tentang Cinta dan Diksi Maknanya

Syair Puisi Tentang Cinta dan Diksi Maknanya

Syair Puisi Tentang Cinta dan Diksi Maknanya

gambar
Syair Puisi Tentang Cinta dan Diksi Maknanya
Puisi merupakan sebuah syair yang bisa di katakan sulit untuk dipahami setiap bait kata-katanya karena berisi majas, kata kiasan, dan lain sebagainya, namun tidak bagi sebagian orang yang paham atau sering membaca dan memahami setiap maknanya, ketika membaca puisi si pembaca scara otomatis harus ber fikir imajinatif untuk memahami isinya.

Pada tahun 1980'an syair puisi sangat di gandrungi para pujangga untuk suatu ungkapan perasaan bahkan sebagai bentuk singgungan untuk para pejabat elite, puisi merupakan sebuah budaya yang harus kita lestarikan, namun kini para pemuda telah banyak yang melupakan budaya ini bahkan sedikit para penyair di zaman modern seperti ini.

Untuk memahami setiap bait pada puisi kali ini masasinfo.com akan berikan puisi lengkap bersama diksinya atau makna dari setiap bait kata pada puisi.

Berikut  Syair puisi beserta diksinya :

Sajak Putih
Karya: Cairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku tertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meria muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruhku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah..

Buta miratku, ratuku! kubentuk dunia sendiri
Dan kuberi jiwa segala yang di kira orang mati di alam ini
Kecuplah aku terus, kecuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup tubuhku..

Diksi dari puisi ini ialah :

Sajak Putih :  Suara Hati

Bait ke I : Gambaran hati seorang pemuda yang sedang senang, pada sore hari, bola matnya yang indah, rambut yang panjang dan indah

Bait ke II : Memohon do'a kepada allah, Ketika bersedih hati, berkata dalam hati, hingga terbawa suasana

Bait ke III : Menggambarkan si aku atau penulis merasa hidupnya penuh dengan solusi, merupakan kiasan si gadis masih mencintai si penulis, mau memandang wajah si penulis, si penulis penuh harapan ketika si gadis masih hidup wajar, menggambarkan sampai kematian datang keduanya masih mencintai dan tidak akan terpisah

Bait ke IV : Menggambarkan si penulis akan berjuang untuk kebahagianya tentang cintanya, dan membangkitkan semangat dari segala sisi, si penulis mengharap penyemangat dari si gadis, agar merasakan berjuang brsama.

Baca juga : Waspada!! ini dia rekaman percakapan antara korban dan pelaku

Wanita Politik Hati
Karya: putra

Hanya hati kecil yang meronta meraung memaksa
Ayunan jari - jemari mewakili luka yang tersusun rapi
Telah sempurna sakit ini
Telah sempurna rasa ini.

Merasakan seperti ingin mati..
Hanya duka lara yang tersisa
Seorang pria yang pecah nadi cintanya
Ulah busuknya harapanya..

Persetan!! dengan tawamu yang hanya mementingkan kenyaman hati sendiri.
Wanita yang terpandang hati busuk! oleh lelaki
Tidak akan pernah bisa lari menyumbinyikan diri..
Sumpah demi sumpah akan kau sandang.

Hingga kau sadar cinta itu bukan sebuah politik!
Hingga mepermalukan diri seperti pelacurr.. untuk ekonomi!
Hidup hanyalah fata morgana, teruslah mencari untuk kenyamanan hati.
Hinga tersesat mati, menanggung sumpah yang hakiki...


Diksi dari puisi ini ialah:

Wanita Politik Hati : Gadis yang mementingkan hatinya sendiri

Bait ke I : Si penulis mengungkapkan perasaanya, melalui puisi atas kisah penghianatan cinta-cinta yang di alami, si penulis mengalami permasalahan perasaan yang luar biasa

Bait ke II : Si penulis menggambarkan bahwa sakit hatinya begitu dahsyat, hanya rasa kehancuran harapan yang tersisa yang tidak sesuai dengan harapanya, menggambarkan seorang pemuda yang berantakan kisah cintanya, yang di akibatkan oleh harapan palsu belaka dari seorang gadis.

Bait ke III : Si penulis menggambarkan kemarahanya, yang mengagap kebahagiaan seorang gadis hanyalah meninggalkan jejak luka derita yang selalu mereka ingat pada setiap lelaki yang tulus padanya, ia akan di kenal lelaki sebagai wanita yang memiliki hati yang kotor, hingga para lelaki yang dihianati oleh si gadis akan mendoakan hal buruk pada si gadis.

Bait ke IV : Si penulis menggambarkan, berhrap si gadis paham bahwa perasaan itu tidak boleh dipermainkan dan bisa di atur sebagai mana pemerintah mengatur, Karena akan ber akibat mempermalukan diri sendiri jika ia memilih lelaki yang kaya atau punya penghasilan banyak tetapi menghianati hati yang tulus, Si penulis seolah menasehati agar si gadis paham kehidupan hanyalah sebuah permainan mata saja jangan sampai tergoda oleh materi hinga mengorbankan perasaan seseorang, yang akan mengakibatkan tidak akan ada kepuasan jika mencari seseorang yang bermateri tinggi hingga akhir hayat dan hanya menjadi kepastian doa buruk untuk si gadis dari mereka yang di hianati.

Menjadi lumba-lumba
Cipt: M Aan Mansyur

Aku pernah punya mimpi
Kau menulis angka-angka penanda di pundaku, semacam tato permanen
Aku juga menulis angka-angka serupa di perutmu, dan kau tertawa
Ujung pisau yang aku gunakan menulis membuat rahimu geli

Kita telanjang, bergandengan tangan, berjalan dalam
Dan tiba di tebing lalu aku terjun ke sungai tapi engkau tidak
Kelak, pada suatu hari sabtu, saat kau sibuk di kantor
Aku mencium pucuk hidung anak-anakmu didibir kolam renang


Untuk diksi puisi karya M Aan Mansyur mungkin bisa kalian pahami sendiri karena puisi ini sangat mudah untuk di pahami, untuk melatih imajinatif kalian. Sedikit gambaran dari alur makna puisi ini ialah sang penulis merupakan seorang ayah yang menggambarkan bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang berat untuk keluarganya.


Baca juga : Resep mengakhiri status jomblo
Buka Komentar

No comments